PERMASALAHAN SOSIAL BUDAYA

PERMASALAHAN SOSIAL BUDAYA 

Perlawanan yang dilakukan tokoh-tokoh nasionalis dalam melawan kolonialisme di Indonesia dapat kita petik pelajarannya hingga saat ini. Sejak jaman dahulu, banyak sekali permasalahan sosial budaya yang muncul akibat masuknya bangsa asing ke Indonesia, sekaligus keuntungan berada di posisi silang. Belanda tidak hanya mencari lada di Indonesia, tetapi mereka juga kemudian mengeksploitasi lahan perkebunan di Indonesia untuk ditanami komoditas perdagangan yang saat itu bernilai jual tinggi.

Akan selalu ada hubungan antara kehidupan sosial dalam peristiwa sejarah masa lalu dan masa sekarang. Proses menelaah peristiwa masa lalu dapat menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan saat ini, agar di masa depan kita dapat menyikapi permasalahan sosial secara lebih bijaksana

1.   Eksploitasi Pembangunan Berlebihan

Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah eksploitasi pembangunan yang berlebihan. Pembangunan yang tidak terkontrol dan tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan serta nilai-nilai budaya lokal dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Hal ini tidak hanya merugikan alam, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial budaya masyarakat, mengancam keberlangsungan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Jumlah penduduk yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, tidak diiringi dengan penambahan luas lahan. Jumlah penduduk yang meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan, dan papan. Lahan permukiman untuk tinggal semakin banyak dicari, perkebunan-perkebunan untuk komoditas pangan turut ditingkatkan. Akibatnya terjadi peningkatan angka alih fungsi lahan dari tahun ke tahun, yang semula hutan menjadi menjadi lahan untuk pertanian, perkebunan, industri, dan permukiman. Data dari worldometers.info/ menunjukkan jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Dengan kecepatan pertumbuhan penduduk saat ini, diperkirakan jumlah penduduk di bumi akan mencapai angka 9,7 milyar jiwa pada tahun 2050 (un.org). Apa dampaknya? Tentu saja akan terjadi penurunan kualitas lingkungan akibat tingginya tekanan terhadap lingkungan.

 

Tabel di bawah menggambarkan laju deforestasi hutan Indonesia

Sumber: Kemerdekaan Indonesia dan Upaya Memerdekakan Hutan (goodnewsfromindonesia.id)

 

Deforestasi atau perambahan hutan adalah fenomena yang masih terjadi hingga saat ini. Alih fungsi lahan yang semula peruntukannya merupakan daerah resapan air, berubah menjadi lahan perkebunan sawit yang meningkatkan besaran aliran permukaan atau run off. Akibatnya banjir dan kekeringan terjadi silih berganti di seluruh penjuru negeri. Alih fungsi lahan juga terjadi di area pertanian.

Lahan pertanian berupa sawah yang cenderung memiliki harga yang rendah selanjutnya banyak dibeli dan diburu untuk dijadikan lahan perumahan. Padahal kita masih mengandalkan hasil-hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan seperti beras, sayur-sayuran, kacang kacangan dan rempah-rempah. Jika hal tersebut dibiarkan saja maka kedaulatan pangan negara dapat terancam.

2.   Kesenjangan Sosial dan Kemiskinan

Kesenjangan sosial dan kemiskinan menjadi permasalahan serius dalam kehidupan sosial budaya di Indonesia. Ketimpangan pendapatan, akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan sarana publik, dapat menyebabkan polarisasi antara kelompok-kelompok masyarakat. Hal ini tidak hanya menghambat pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dapat mengancam keberagaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa.

Perbedaan pendapatan dapat memicu inequality atau ketimpangan. Pada awal peradaban, manusia hanya berburu-meramu, bercocok tanam, dan menggantungkan hidup dari alam. Ketika mulai muncul para penjelajah yang mengunjungi berbagai penjuru negeri, masyarakat mulai berdagang. Individu yang gigih bekerja dapat menabung lebih banyak dan membuka lapangan usaha yang lebih besar. Sedangkan mereka yang tersisih, tidak mampu mengikuti dan membaca tren perubahan kebutuhan masyarakat, akan tertinggal.

Sumber: Inequality is the engine of political change that society and government need to come to terms with – Get Real Post (getrealphilippines.com) 

Kemiskinan merupakan kondisi seorang individu yang tidak mampu untuk memenuhi atas kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan). Indikator kemiskinan berbeda-beda, tetapi kemiskinan merupakan masalah global yang ada di sekitar kita. Tingkat kemiskinan terdiri dari tingkatan yang bervariasi, bahkan masih sulit untuk mengkategorikan individu di Indonesia sebagai kelompok penerima bantuan pemerintah atau tidak.

3.   Kesetaraan Gender

Kesetaraan gender di Indonesia telah diinisiasi oleh tokoh-tokoh seperti Ratu Kalinyamat, Keumalahayati, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Kartini, dan masih banyak lagi tokoh perjuangan perempuan lainnya sejak sebelum Indonesia merdeka. Namun hingga saat ini, masih dapat ditemui ketidaksetaraan gender di Indonesia. Permasalahan kesetaraan gender juga menjadi fokus dalam kehidupan sosial budaya di Indonesia. Ketimpangan peran dan akses terhadap sumber daya antara laki-laki dan perempuan dapat menghambat kemajuan sosial dan budaya suatu masyarakat. Pentingnya memperjuangkan kesetaraan gender tidak hanya untuk mencapai keadilan sosial, tetapi juga untuk menjaga harmoni dan keberagaman dalam masyarakat.

Kesetaraan menurut KBBI adalah sederajat, atau berada pada tingkat yang sama, kedudukan yang sama atau tidak lebih rendah antara satu dengan yang lain. Setaranya perempuan dan laki-laki dapat tercapai saat keduanya memperoleh kesempatan untuk parisipasi, akses, manfaat, dan kontrol yang sama dalam berbagai aspek kehidupan.

Sumber: Kesetaraan Gender di Sektor Pertambangan Indonesia - Ilmu Tambang

4.   Kenakalan Remaja

Indonesia didirikan melalui perjuangan dan semangat dari para pemuda. Tidak sedikit yang gugur dalam perang. Setelah Indonesia merdeka dan mengalami reformasi, justru para pemudanya sibuk melakukan aksi kenakalan remaja. Berbicara masalah kenakalan remaja dalam konteks sosial dan budaya sangatlah luas, berikut jenis-jenis kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan permasalahan yang cukup serius dalam kehidupan sosial budaya di Indonesia. Penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual yang tidak sehat, dan kekerasan remaja menjadi tantangan serius dalam upaya membangun kehidupan sosial budaya yang sehat. Pentingnya peran orang tua, pendidikan, dan lingkungan sosial dalam membimbing remaja menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan ini.

a.   Vandalisme

Pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia, rakyat beramai-ramai menyebarkan berita kemerdekaan melalui tulisan, bahkan di tembok tembok dengan kata “Merdeka”. Akan tetapi, hal tersebut berbeda dengan vandalisme atau aksi corat-coret yang terjadi saat ini. Vandalisme merupakan aksi merusak dan menghancurkan barang berharga atau karya seni lain yang bukan miliknya. Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan cara mencorat-coret tembok dengan kata-kata atau gambar tanpa izin.

Sumber: Aksi Vandalisme Merusak Estetika Candi Borobudur, Dari Coretan Hingga Ribuan Noda Permen Karet - TribunNews.com

 

Menandai tembok yang bukan miliknya dengan inisial kelompoknya (dapat berupa nama kelompok, singkatan dari nama se kolah atau lainnya) juga merupakan aksi vandalisme. Hewan, kucing salah satunya, memiliki kebiasaan menandai wilayahnya dengan urin, untuk mengusir kucing lain. Hakikatnya, kita sebagai manusia yang memiliki volume otak lebih besar diban dingkan kucing, seharusnya dapat ber pikir lebih panjang dan menentukan apa yang harus dan sebaiknya tidak dilakukan. Bagaimana perasaan kalian jika kalian ada di posisi sebagai pemilik tembok tersebut? Siapakah yang menanggung kerugian atas kejadian tersebut? Apakah tindakan terse but selaras dengan cita-cita para leluhur bangsa

b.   Tawuran Antar Pelajar

Dahulu para tokoh seperti Pangeran Nuku dan Malahayati menghabiskan masa muda dengan berjuang melawan penjajah. Semangat perjuangan tersebut sepatutnya dicontoh oleh generasi muda. Utamanya pelajar untuk belajar dan memerangi kebodohan, bukan memerangi sesama pelajar. Tawuran antarpelajar merupakan permasalahan sosial budaya yang telah menimbulkan banyak korban dan keresahan warga sekitar.

 

Sumber: Aqira F1: Sebab & Akibat Terjadinya Tawuran Antar Pelajar

Tawuran antar pelajar selalu menjadi agenda perbincangan setiap tahunnya, masalah ini bukan perkara baru, dan jangan dianggap perkara yang remeh. Padahal kalau kita kaji masalah tawuran antar pelajar akan membawa dampak panjang, bukan hanya bagi pelajar yang terlibat, namun juga untuk keluarga, sekolah serta lingkungan masyarakat di sekitarnya.

Tawuran antara pelajar saat ini sudah menjadi masalah yang sangat mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan di sekitarnya. Saat ini, tawuran antar pelajar sekolah tidak hanya terjadi di lingkungan atau sekitar sekolah saja, namun terjadi di jalan-jalan umum, tak jarang terjadi pengrusakan fasilitas publik. Penyimpangan pelajar ini menyebabkan pihak sekolah, guru dan masyarakat yang melihat pasti dibuat bingung dan takut bagaimana untuk mererainya, sampai akhirnya melibatkan pihak kepolisian. Contoh kasus dalam tawuran antar pelajar dapat disebabkan oleh banyak faktor, beberapa contoh di antaranya, yaitu:

§  Tawuran antar pelajar bisa terjadi karena ketersinggungan salah satu kawan, yang di tanggapi dengan rasa setiakawan yang berlebihan.

Rasa setiakawan atau lebih dikenal dengan sebutan rasa solidartas adalah hal yang lumrah atau biasa kita temukan dalam kehidupan, misalkan dalam persahabatan rasa setiakawan akan menjadi alasan mengapa persahabatan bisa menjadi kuat. Ia bisa menjadi indah ketika ditempatkan dalam porsi yang pas dan seimbang.

§  Permasalahan yang sudah mengakar dalam artian ada sejarah yang menyebabkan pelajar-pelajar dua sekolah saling bermusuhan.

§  Jiwa premanisme yang tumbuh dalam jiwa pelajar.Untuk mengkaji lebih jauh permasalahan tawuran antar pelajar, kita bisa mengkaji terlebih dahulu mengenai penyebab tawuran antar pelajar dari tiga poin diatas.

Jiwa premanisme dalam jiwa pelajar dapat dihilangkan karena dia tidak semerta merta muncul begitu saja, ia disebabkan oleh sesuatu hal. Oleh karenanya, kita perlu mengetahui faktor penyebab sikap premanisme dalam diri pelajar. Faktor di luar diri pelajar adalah faktor yang kental dapat mempengaruhi ke dalam. Beberapa contohnya adalah: tayangan-tayangan di televisi, baik film ataupun liputan berita yang menceritakan atau sengaja mengekspose tema-tema kekerasan dapat mempengaruhi psikis remaja dan Kekerasan yang terjadi di rumah, kekerasan yang dimaksud bukan hanya individu pelajar saja yang menjadi korban kekerasan namun kekerasan yang terjadi pada satu anggota keluarganya, dapat mempengaruhi psikis individu.

c.   Penyalahgunaan Narkotika

Narkotik seperti opium dan ganja sejatinya adalah obat untuk menenangkan saraf dan menghilangkan rasa sakit. Obat ini biasa digunakan dalam dunia kedokteran pada pasien dengan gangguan saraf. Selain narkotika dikenal pula istilah “napza” yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Sumber: Seizure Due To Overdose - IAED Journal

Apabila seseorang tanpa gejala di atas menggunakan obat tersebut di luar resep dokter maka dapat menyebabkan hilang kesadaran, kerusakan jaringan, dan ketergantungan. Penggunaan tersebut juga dapat dikenai hukuman karena termasuk perbuatan ilegal. Melawan peredaran narkotika di Indonesia artinya menyelamatkan generasi yang akan datang. Indonesia telah berhasil mengusir penjajah dan menghentikan kolonialisme. Namun, perjuangan kita belum selesai karena perang melawan narkotika adalah tanggung jawab kita semua


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGINDERAAN JAUH

KARAKTERISTIK & PERSEBARAN SISTEM BIOMA

KONSEP PEMBANGUNAN, PARADIGMA, & PENDEKATANNYA